Kegunaan dan Macam Oven

26 April 2009

Sebetulnya kegunaan oven bisa bermacam-macam, tergantung keperluan dan proses pembuatan suatu barang. Ada yang menggunakannya untuk memanggang kue kering, roti manis isi, roti tawar, kue bolu/tart, kue bika ambon, kue sus, pizza, zuppa-zuppa, ayam bakar, ikan bakar, bahkan ada yang digunakan untuk mengeringkan sejumlah produk seperti : pengering daun (biasanya untuk membuat jamu), pengering pakan ternak (pelet ikan), juga ada yang digunakan untuk mengeringkan sejenis hasil dari karet.

Produk oven yang dimaksud diatas, sekarang ini menggunakan bahan bakar dari Gas LPG. Selain pemakaiannya lebih cepat selesai, harganyapun tiidak terlalu mahal bila dibandingkan dengan menggunakan minyak tanah. Karena yang api yang dikeluarkannya biru.
Pemakaiannya pun tidak terlalu sulit, karena api yang digunakan dapat diatur besar dan kecilnya melalui sebuah kran gas yang berfungsi sebagai alat pengatur pengeluaran api.
Suhu di dalam ruangan oven pun dapat dilihat melalui sebuah termometer yang diletakkan di depan pintu oven gas terserbut.
Api yang digunakan ada 2 buah yaitu api bagian atas (letaknya di dalam oven sebelah atas) dan api bagian bawah (letaknya di bawah badan oven).

Pengguna oven gas ini juga dari berbagai kalangan, yaitu : Ibu Rumah Tangga, Tempat pelatihan kue / kursus, Usaha Jasa Boga / catering, Toko roti / kue, bahkan untuk Pemula sekalipun. Bahkan pernah ada yang dipakai untuk mengeringkan hasil sablon.

Produk kami memang masih produk lokal dan biasa dikatakan home industri, selain pengerjaannya masih menggunakan tangan dan tidak menggunakan alat atau mesin press berat, namun kami berusaha untuk membuka lapangan kerja bagi orang di sekitar kami. Di tengah perekonomian yang seperti sekarang ini dan PHK besar-besaran terjadi. Walaupun demikian kami berusaha memberikan hasil yang terbaik bagi hasil oven kami.

Spesifikasi oven gas :
Bahan yang dipakai Plat Ezzer 0,75 mm.
Badan oven dilapisi oleh peredam panas juga berfungsi untuk menjaga suhu di dalam oven tetap stabil.

Ukuran oven gas Dua Berlian – Cimindi :
– Mini 50 x 50 x 57 cm, model 1 pintu kesamping.
– Standar 80 x 50 x 57 cm , model 1 pintu kesamping.
– X-tra Standar 80 x 50 x 90 cm, model 2 pintu di atas dan bawah.
– Medium 120 x 50 x 57 cm, model 2 pintu ke samping kiri dan kanan.
(per unit sudah termasuk termometer, selang gas, regulator gas, kaki dan meja oven dengan tinggi total 55 cm)

Oven Gas Standar

Oven Gas Standar

 

Selain oven gas, Dua Berlian – Cimindi juga membuat oven kompor (oven tangkring).

Bahan yang digunakan sama dengan oven gas yaitu Plat Ezzer 0,75 mm.

Ukurannya bervariasi yaitu :
– oven 38
– oven 42
– oven 52
– oven rendeng 42
– oven rendeng 52

 

Selain membuat oven dengan ukuran di atas, kami juga menerima pesanan antara lain :
– oven dengan ukuran lain
– pembuatan api untuk oven atau kompor
– servis untuk oven atau kompor
– pengecatan ulang untuk oven gas (baik itu oven Dua Berlian ataupun merk lain)
(untuk barang yang diservis, dilihat dahulu kondisi barangnya. Bisa diperbaiki atau tidak tergantung kerusakan).

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut bisa hubungi kami di :

Jl. Raya Cimindi No.187 Cimahi Bandung / Telp. (022) 607-8043, Hp. 081-120-9992


Tentang Kami….

8 April 2009

Namaku Yulie, aku seorang ibu rumah tangga dan tinggal di Bandung.  Aku lulus dari sekolah kejuruan di Bandung, tepatnya SMEA I  Jl. Wastukencana Bandung. Dan sempat masuk sekolah akademi DI di SANTA ANGELA Jl.Merdeka Bandung. Dulu aku pernah bekerja di beberapa tempat, diantaranya perusahaan advertising, penjualan di bidang komputer dan bengkel mobil produksi korea. 

Aku menikah di tahun 1998 dan sekarang sudah mempunyai 2 orang anak laki-laki.  Aku dan suamiku sekarang sedang meneruskan usaha yang sudah dirintis oleh orangtua dari suamiku dalam bidang pembuatan oven kue.  Beliau bernama Lauw Boen Seng (Alm.) / Ko Boen. Semula beliau memang hanya membuat kompor yang menggunakan minyak tanah, karena pada waktu itu kompor sedang dalam masa jaya. Merk yang digunakan Dua Berlian Cimindi. Lambat laun beliau mencoba menambah produksi yaitu pembuatan oven untuk kue yang diletakkan di atas kompor. Tokonya pun kecil dan dinamai Toko BOEN. Semua pembuatan kompor dan oven ini dikerjakan menggunakan tangan tanpa bantuan mesin-mesin besar seperti pabrik. Makanya disebut industri rumahan.

Sekarang usaha beliau diteruskan oleh anaknya Sukento. Oven yang diproduksi kami pun sudah menggunakan gas LPG. Namun pembuatannya pun masih menggunakan tenaga manusia. Karena kami berusaha untuk membuka lapangan pekerjaan buat orang-orang, yang mempunyai semangat untuk bekerja. Dan kami pun berusaha mempertahankan kualitas barang yang dibuat untuk kepentingan dan keselamatan konsumen. Memang di jaman sekarang ini semua usaha penuh tantangan. Namun kami berusaha untuk tetap semangat dan meningkatkan tekad kami.